Blogger Tricks

Jumat, 29 Juli 2011

Pengertian DAJJAL dan YA’JUJ WA-MA’JUJ

        



1. ARTI DAJJAL DAN YA'JUJ WA-MA'JUJ
Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya'juj wa-Ma'juj bukan saja
disebutkan dalam Hadits, melainkan pula dalam Al-Qur'an. Dan kemunculannya yang
kedua kalinya ini dihubungkan dengan turunnya Al-Masih.
KataDa j ja l berasal dari katada ja la, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul- 'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.
Pendapat lain mengatakan, bahwaDa jja l itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijulukiDa jja l karena mengatakan hal- hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.
KataYa'juj dan Ma’juj berasal dari kataa jja ataua jij dalamwazan Yaf'ul; kataa ji j artinyanyala api. Tetapi kataa jja berarti pulaas ra'a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-'Arab.Ya'juj wa-Ma'juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.
Bab 02. DAJJAL DAN YA'JUJ WA-MA'JUJ MENURUT AL-QUR'AN
KataDa jja l tak tertera dalam Al-Qur'an, tetapi dalam Hadits sahih diterangkan,
bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi melindungi
orang dari fitnahnyaDa jj a l, jadi menurut Hadits ini, Al-Quran memberi isyarat siapakah
Dajjal itu. Mengenai hal ini diterangkan dalam Kitab Hadits yang amat sahih sebagai
berikut:
"Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnahnya)
Dajjal."
"Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari
(fitnahnya) Dajjal."
Boleh jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir, itu yang dituju ialah seluruh surat Al-Kahfi yang melukiskan ancaman Nasrani yang beraspek dua, yang satu bersifat keagamaan, dan yang lain bersifat keduniaan. Bacalah sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi, anda akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu adalah ummat Nasrani.

0 komentar: